SUKOHARJO– Dalam rangka peringati Hari ibu ke 90, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak( DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo mengadakan seminar sehari bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), senin ( 17/12). Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut Hj. Etik Suryani SE, MM Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo dengan mengambil judul materi Penanaman dan Penerapan Nilai -Nilai Moral Melalui 8 fungsi Keluarga serta Yuli Sulistiyanto S.Sos dari yayasan Setara Semarang mengambil judul Bersama Membangun Kualitas Ketahanan Keluarga. Turut hadir pula Ketua Dharma Wanita Loeh Agus Santosa dan para ketua dan anggota organisasi wanita se Kabupaten Sukoharjo.

Pada sesi pembuka, Ir. Hartawan Tri Wibawa Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Dinas DPPKBP3A selaku ketua penyelenggara menjelaskan, tema pelaksanaan kegiatan seminar sehari dalam rangka Memperingati Hari Ibu ke 90 Kabupaten Sukoharjo tahun 2018 "Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki- Laki dalam Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa". Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang peran perempuan dan laki laki dalam membangun ketahanan keluarga.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak( DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo Ir. Proboningsih Dwi Danarti membuka secara resmi seminar sehari dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-90 serta menjelaskan dalam rangka peringatan hari ibu telah dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain melaksanakan pelayanan KB di seluruh kecamatan, melaksanakan donor darah serentak bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sukoharjo, pemasangan spanduk Peringatan Hari Ibu ke -90 tahun 2018 serta pada hari ini dilaksanakan seminar sehari serta direncanakan puncak acara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke -90 akan dilaksanakan upacara bendera pada tanggal 22 Desember 2018 di halaman Setda," jelas Ir. Proboningsih.

Hj Etik dalam materinya menyimpulkan delapan fungsi keluarga terdiri dari fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta dan Kasih Sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi dan Lingkungan. Delapan fungsi keluarga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua dalam membantu pembentukan karakter anak sehingga memiliki kepribadian yang matang.

Sedangkan Yuli Sulistiyanto menjelaskan tentang bersama membangun kualitas ketahanan keluarga. " Apa yang orang tua bisa lakukan untuk mencegah kekerasan pada anak? Dengan cara antara lain Menyayangi anak sepenuh hati, Mengajarkan pada anak untuk bersikap tegas (asertif), Menjalin kedekatan dan komunikasi yang baik dengan anak. Khusus untuk mencegah kekerasan seksual dengan cara memberikan pendidikan seks pada anak sesuai tingkatan usia, Menanamkan rasa malu untuk melanggar norma agama dan norma Masyarakat, Menjelaskan tentang jenis-jenis sentuhan yang pantas dan tidakpantas dilakukan orang lain terhadapnya, Mengingatkan anak untuk melawan jika mengalami kekerasan dan Memberikan  informasi situasi yang rawan terhadap kekerasan,” jelasnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Virus-free. www.avast.com