SUKOHARJO- Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) untuk membangun kesadaran masyarakat membiasakan pola hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit menular maupun tidak menular.Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM  didampingi Ibu Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE, MM menghadiri Kampanye Kesehatan GERMAS pada Kader Kesehatan di Kabupaten Sukoharjo tahun 2020 bertempat di Kecamatan Grogol, Kamis (23/1).Turut hadir sekda Drs. Agus Santosa, Kepala OPD terkait, camat,Kepala Puskesmas Grogol beserta Kader Posyandu.Diawal sambutannya Bupati menjelaskan, Germas merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Diakhir sambutannya Bupati berharap dengan berbagai program kesehatan dan hidup sehat ini, mampu  menjaga kualitas hidup masyarakat, serta berharap kepada masyarakat Kecamatan Grogol, untuk secara bersama-sama menggalakan program Germas di lingkungannya.”Mari kita tingkatkan pola hidup sehat. Agar menjadi pribadi yang produktif dalam berkarya. Mulai dari sini mari kita ciptakan gerakan masyarakat sehat,”pungkasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati mengatakan Perubahan pola penyakit yang disebabkan berubahnya perilaku manusia. Pada era thun 1990an penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah  penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas, TBC, Diare, dll. Sejak tahun 2010 penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kencing manis. Penyakit Tidak Menular ( PTM ) saat ini dapat menyerang bukan hanya usia tua tetapi telah bergeser ke usia muda, dari semua kalangan kaya dan miskin dan tinggal di kota maupun di desa. Sementara itu, kesakitan dan kematian akibat penyakit menular semakin menurun, walaupun prevalensi penyakit masih cukup tinggi. Kecenderungan kesakitan dan kematian akibat PTM ini menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rujukan di rumah sakit. Meningkatnya kasus PTM akan menambah beban pemerintah dan masyarakat karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar dan memerlukan teknologi tinggi. Biaya untuk pengobatan PTM yang sangat besar dapat menyebabkan kemiskinan ( pengeluaran katastropik ). Selain itu, kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh kasus PTM juga menyebabkan hilangnya potensi / modal sumber daya manusia dan menurunnya produktifitas ( Productivity Loss) yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.Meningkatnya PTM berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin maju, informasi dan transportasi yang semakin mudah. Tanpa upaya yang signifikan, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat. Promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( GERMAS ) merupakan salah satu upaya promotif-preventif yang dilakukan melalui pendekatan multi sektor. ” Kampanye kesehatan GERMAS pada kader kesehatan di 12 Kecamatan Kabupaten Sukoharjo tahun 2020 dilaksanakan di 5 lokasi,” jelasnya.Demikian informasi yang disampaikan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Sumber by: Press Room Sukoharjo