Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau pelaksanaan vaksinasi di GOR Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis (30/9/2021)

SUKOHARJO – Percepatan vaksinasi corona dilakukan Pemkab Sukoharjo selama tiga hari mulai 30 September hingga 2 Oktober. Selama tiga hari tersebut, target vaksinasi dalam satu hari sebanyak 48 ribu sasaran. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di 167 desa/kelurahan, 10 rumah sakit, dan 23 klinik.

“Kami mengejar target vaksinasi 70% agar Kabupaten Sukoharjo bisa turun dari level 3 ke level 1. Setelah 2 Oktober nanti, vaksinasi terus berjalan setiap hari,” jelas Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau vaksinasi di GOR Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, program vaksinasi tidak berhenti setelah target 70% tercapai. Percepatan vaksinasi yang dilakukan serentak selama tiga hari tersebut khusus untuk mengejar target 70%. Hal itu dilakukan karena syarat turun level adalah capaian vaksinasi harus 70% secara umum dan khusus lansia 60%.

Untuk mencapai target 70% vaksinasi, ujar Bupati, Sukoharjo masih kekurangan 143 ribu sasaran. Untuk itu, kekurangan itu dicapai dalam waktu tiga hari. Jika setiap hari vaksinasi dilakukan pada 48 ribu sasaran, maka dalam waktu tiga hari akan mencapai 144 ribu sasaran sehingga target 70% bisa dicapai.

Terkait kuota vaksin sendiri, Bupati mengaku sudah tersedia dan tinggal pelaksanaan vaksin saja. Bahkan, untuk membantu percepatan vaksinasi, Sukoharjo mendapat tambahan tenaga kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menambahkan jika sasaran vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 719.754 orang. Untuk target vaksinasi 70% dari sasaran tersebut sebanyak 503.828 orang dimana saat ini sudah tercapai 360.751 orang sehingga masih kekurangan 143.077 orang. Dalam tiga hari tersebut vaksinasi ditargetkan menyelesaikan 143.077 sasaran di 12 kecamatan.

“Untuk tiap desa sasaran vaksinasi per hari 200 orang, rumah sakit 1.000 orang dan klinik 200 orang. Jadi, dalam sehari total sasaran vaksinasi sebanyak 48 ribu orang,” kata Yunia. (*)

Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan