SUKOHARJO- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Drs. Agus Santosa mengapresiasi upaya promotif – preventif dalam melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat baik dilingkungan keluarga, tempat kerja, tempat umum dan fasilitas lainnya.

“HKN ini mengingatkan kita untuk memprioritaskan upaya promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Kita semua harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti penting perilaku dan lingkungan sehat, serta melakukan gerakan hidup sehat,baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas lainnya. Untuk itu saya berharap kepada seluruh stakeholder terkait, marilah kita bekerjasamadengan baik dalam melakukan upaya-upaya inovasi untuk percepatan pembangunan kesehatan tanpa menyalahi aturan yang berlaku sesuai amanat Presiden, khususnya dalam mengentaskan stunting dan memperbaiki layanan kesehatan serta membenahi tata kelola BPJS Kesehatan serta penyediaan obat dan alat kesehatan lokal yang murah berkualitas,” harap Sekda Drs. Agus Santosa.

Hal itu disampaikannya ketika memberi sambutan mewakili Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM  dan membuka resepsi peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55, di pendopo Graha Satya Praja(GSP), Senin (19/11).

Dengantema Generasi Sehat Indonesia Unggul yang dihadiri oleh Sekda Sukoharjo Drs. Agus Santosa, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE, MM, Ketua Dharma Wanita Galuh Agus Santosa, Asisten Sekda,Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran Dinas Kesehatan mulai dari Dokter hingga Bidan yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Dalamlaporan Ketua Panitia, dr. Yunia Wahdiyati menyampaikan bahwa tema harikesehatan nasional adalah generasi sehat, Indonesia unggul sebagaimana telah diamanatkan oleh presiden dalam pelantikan kabinet Indonesia maju 2020-2024. Bahwa perhatian pemerintah dalam kurun 5 tahun mendatangdiprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia menegaskan arahan presidenRepublik Indonesia bahwa ada isu kesehatan yang harus diselesaikan terkaitpembangunan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu permasalahan kematian ibu melahirkan permasalahan gizi permasalahan penyakit tidak menular danpenyakit menular.”Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo untuk pembangunan sumber daya manusia telah diraih oleh pemerintah daerah saat ini hal ini ditandai dengan peningkatan umur harapan hidup, isu-isu strategis telahdilaksanakan dan menghasilkan perbaikan antara lain dengan menurunnya angkakematian ibu menurunnya angka kematian bayi baru lahir meningkatnya cakupan imunisasi meningkatnya pengendalian penyakit menular seperti misalnya untukkasus TBC dan HIV.  Masih ada beberapa hal yang menjadi catatan karena di wilayah Kabupaten Sukoharjo masih ada penolakan-penolakan sehingga baru beberapa saat yang lalu kita ada kejadian luar biasa untuk penyakit difteri,tetapi Alhamdulillah dengan cepat terutama dari Puskesmas Kartasura dan Rumah Sakit sebagai rujukan sudah menanganinya dengan baik dan akhirnya Alhamdulillahpenyakit ini dapat dikendalikan. Kita patut berbangga bahwa pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo demikian pesatnya, hal ini ditandai dengan semakin baiknya bangunan fisik di Puskesmas semakin meningkatnya pendanaan untuk bidangkesehatan termasuk pembiayaan kesehatan untuk masyarakat miskin yang diintegrasikan dengan jaminan kesehatan nasional, tersedianya alat kesehatansarana prasarana obat dan perbekalan kesehatan,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan sumber daya manusia kesehatan yang semakin baik kualitasnya, pemerintahmemberikan kesempatan bagi pihak ketiga untuk berinvestasi di bidang kesehatan sehinggadengan demikian menambah semakin baiknya akses pelayanan kesehatan di kabupatenSukoharjo. Selain itu pemerintah daerah juga memberikan dukungan yangsedemikian rupa pada upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk membantu insankesehatan memberikan akses yang cukup bagi upaya kesehatan masyarakat. Posyanduyang tumbuh di seluruh Kecamatan dan pemerintah daerah memberikan support yangluar biasa bagi para kadernya dengan pemberian operasional, kadang juga dalamupaya peningkatan gizi sasaran posyandu diberikan stimulan untuk pemberianmakanan tambahan untuk seluruh posyandu balita di kabupaten ini, kegiatan dalamposyandu didorong sedemikian rupa sehingga tumbuh pengembangan yang secaralangsung dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Desa siaga, Pos Lansia, Posbindudan tumbuh di seluruh Kecamatan Kabupaten Sukoharjo.”Berikutnyauntuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas banyak bantuan yang telahdiberikan seperti misalnya dukungan untuk sanggar di fabel, termasuk bantuanbiaya pelayanan kesehatan pemerintah daerah untuk mewujudkan generasi unggul dikabupaten ini juga diberikan apresiasi di tingkat provinsi maupun nasionalyaitu dengan diterimanya berbagai penghargaan di antaranya adalah sebagai kabupatenyang memiliki 100% Puskesmas terakreditasi,” tambahnya.Demikianinformasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)   

Sumber by: Press Room Sukoharjo