Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM mendampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia Teten Masduki, dalam kunjungan kerja ke koperasi manunggal jaya desa Trangsan Kecamatan Gatak,Sukoharjo, Minggu (2/2).

Dalam kunjungan kerja tersebut Menteri koperasi dan UKM meninjau Furniture Rotan Agung Rejeki Trangsan RT 02 RW 05 Gatak, Koperasi Manunggal Jaya Trangsan serta dilanjutkan mengunjungi Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D).

Menkop UKM menyampaikan, pemerintah saat berkeinginan mendorong dan meningkatkan ekspor berbagai  produk produk khususnya produksi  furniture termasuk rotan.

 ‘kami datang ke sini bersama Rombongan, ada dari keuangan dan industri lalu kita ingin tahu dari pelaku usaha rotan kalau kita mau tingkatkan produksi dan mengetahui dilapangan problemnya apa. Ekspor rotan ini dianggap satu bidang potensial untuk membantu menyeimbangkan neraca perdagangan. Karena selama ini neraca impor masih lebih besar daripada ekspor. Rencana pemerintah untuk mendorong ekspor furniture kita agar meningkat, karena kita butuh mengurangi defisit dan menyeimbangkan neraca perdagangan,” jelas Menkop dan UKM Teten Masduki.

Ditambahkanya, terkait terminal bahan baku, sudah ada pembahasan. Terlebih lagi, di Desa Trangsan sudah ada lahan seluas 4 hektar. Selain Sukoharjo, ada alternatif lokasi lain, yakni di Cirebon yang juga memiliki potensi pasar bahan baku rotan yang cukup tinggi. “Selain itu, akan dibentuk Badan Penyangga Rotan yang berfungsi untuk penjamin suplai bahan baku rotan,” tambahnya.

Menurut Menkop dan UKM, dengan adanya badan penyangga rotan, kualitas dan harga juga stabil karena perajin bisa merencanakan produksi jauh lebih terencana. Teten juga mengatakan, ketersediaan rotan nasional tidak terganggu. Hanya saja, ketika indutri rotan menurun akan berakibat pada penyedia rotan yang ikut tidak berproduksi. Namun, karena tidak dalam skala ekonomi, hal itu bisa di tangani dengan diserap oleh badan penyangga rotan.

Sementara itu, kepala desa Trangsan Mujiman dalam sambutannya memberikan gambaran sejarah berdirinya hingga menjadi kampung wisata rotan dan permasalahan permasalahan.

Kepala Desa Trangsan berharap kepada menteri koperasi maupun UMKM supaya di desa ini diwujudkan Terminal bahan baku rotan dan permohonan diwujudkan rumah desain untuk belajar para pengrajin dan diharapkan kerjasama dengan kalangan akademisi untuk mengatasi desain-desain kita untuk meraih kejayaan lagi di tahun 90-an.

Sementara itu, Menkop dan UKM mengatakan ada lima isu yang akan kita koordinasikan dipusat, yaitu soal pajak, bahan baku, desain, pembiayaan, dan promosi.” Jelasnya.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Anggoro Ratmadi Putra mengatakan, ketersediaan rotan nasional justru tidak terbatas. Saat ini, tidak ada lagi ekspor rotan bahan setengah jadi agar tidak memengaruhi penjualan dalam negeri. Hanya saja, dia mengaku saat ini permintaan di perajin menurun yang berimbas pada penyedia bahan baku,” ujarnya.

Usai dari Desa Trangsan, Menkop dan UKM kemudian mengunjungi Kantor PLUT UMKm di GP3D. Dalam kesempatan itu, Menkop UMK berpesan pada pengelola PLUT untuk ikut mendorong UMKM Sukoharjo naik kelas. Menurutnya, UMKM naik kelas salah satunya ditandai dengan naiknya omzet UMKM. Untuk itu, UMKM didorong untuk bergabung dengan koperasi sehingga bisa bersinergi bersama.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM mengatakan Pemkab Sukoharjo berkomitmen mendorong perkembangan UMKM. Selama ini, Pemkab sudah memberikan pendampingan pada pelaku UMKM sejak produksi hingga promosi. “Salah satu upaya Pemkab untuk memajukan UMKM di Sukoharjo adalah dengan mendirikan PLUT UMKM ini dengan harapan UMKM di Sukoharjo bisa lebih maju dan berkembang,” jelas Bupati.

Turut hadir Kepala Dinas koperasi dan UKM Sukoharjo,  Camat Gatak Dra. Sumi Rahayu,   M.Hum, Kepala desa Trangsan Mujiman, Ketua Koperasi Trangsan Manunggal Jaya Suparji, Pelaku Usaha desa Trangsan dan Pemilik UD Furniture Rotan Agung Rejeki serta OPD terkait lainnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Sumber by: Press Room Sukoharjo