SUKOHARJO– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Korona Kabupaten Sukoharjo membangun dapur umum di kompleks Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya. Dapur umum tersebut mulai beroperasi pada Jumat (24/4).

Pemkab Sukoharjo membuat dapur umum Satgas Covid-19 yang akan beroperasi selama bulan Ramadhan. Makanan yang disiapkan untuk makan buka puasa kaum dhuafa yang dibagikan merata di 12 Kecamatan.

“Dapur umum akan beroperasi 24 hari, Senin hingga Jumat. Dengan jumlah 850 nasi kotak per kecamatan,”  kata Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH saat memulai masak di dapur umum Satgas Covid-19 di GPPPD Wijaya bersama Muspida,” ungkap Bupati.

Pendistribusian bergiliran di 12 Kecamatan, jadi masing-masing kecamatan akan mendapat jatah dua kali pembagian.

Makanan dengan menu komplit nasi dan sayur ini akan diperuntukkan bagi kaum dhuafa yang sudah terdata di masing masing desa. Untuk pembagiannya akan dilakukan oleh pihak desa, dengan dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Kami pastikan penerima bantuan tepat sasaran, kami sudah punya data kaum dhuafa yang menerima bantuan by name by address. Kalau ada yang tidak tepat sasaran bisa dilaporkan pada satgas Covid-19 Sukoharjo di posko,” tandasnya.

Masak perdana dilakukan sendiri oleh Bupati Sukoharjo, bersama Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Dandim Sukoharjo  Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.IP, M.Tr (Han), Kajari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono SH., MH dan Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi S.Sos.

Setiap hari usai memasak yang dikerjakan anggota Tagana, Polres dan Kodim, makanan langsung di distribusikan ke kecamatan terjadwal. Untuk hari pertama di kecamatan Polokarto.

Dengan aksi dapur umum ini, Bupati juga memastikan bahwa di kabupaten Sukoharjo tidak ada warganya yang kelaparan.

“Sampaikan pada kami kalau ada warga yang kekurangan. Kami pastikan tidak ada warga Sukoharjo yang kelaparan. Dapur Umum Satgas Covid-19 siaga 24 jam di GPPPD Wijaya,” tandasnya.

Bupati mengatakan, sasaran pertama yang akan mendapatkan kiriman nasi boks adalah Kecamatan Polokarto sebanyak 850 boks. Nantinya setiap kecamatan akan mendapatkan dua kali giliran pengiriman makanan.

“Dapur umum akan beroperasi mulai Senin-Jumat. Masyarakat yang menjadi sasaran penerima nasi boks adalah masyarakat terdampak virus korona, khususnya masyarakat kurang mampu. Setiap kecamatan mendapat dua kali kiriman karena itu dapur umum akan memasak selama 24 hari,” jelas Bupati, kemarin.

Mereka yang menerima kiriman tersebut sudah berdasarkan by name by address, sehingga akan lebih tepat sasaran. Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, menambahkan, saat ini banyak masyarakat kurang mampu di desa-desa yang mengalami kesulitan.

Untuk itu, dengan dapur umum tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu. Nasi boks hasil masakan dapur umum akan dibagikan tiap sore sehingga bisa digunakan untuk berbuka puasa.

“Kecamatan yang mendapatkan kiriman nasi boks digilir setiap hari hingga merata di 12 kecamatan. Nasi boks ini dibagikan oleh petugas secara door to door sehingga tidak ada pengumpulan massa. Sasaran penerima juga masyarakat yang menjalani karantina mandiri,” tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)