Kabupaten Sukoharjo, pada tanggal 15 Juli 2020 hari ini merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-74. Sejarah panjang mewarnai perjalanan Kabupaten Sukoharjo berslogan Makmur ini, Berdirinya Kabupaten Sukoharjo sendiri mengacu pada Petikan Penetapan Pemerintah (PP) No 16/SD tanggal 15 Juli 1946.

Hari lahir (Harlah) tahun ini berbeda karena dalam situasi pandemi virus corona. Berdasarkan hal itu, tema Harlah Kabupaten Sukoharjo Ke-74 adalah “Dengan Hari Lahir Ke-74 Kabupaten Sukoharjo Bersatu Melawan Corona”. “Dalam logo Hari Lahir tahun ini juga ditegaskan dengan tulisan Lawan Covid 19.

Sukoharjo siap menyongsong tatanan normal baru. Protokol kesehatan wajib dijalankan. Meski dalam suasana yang berbeda dan keprihatinan, namun tidak akan mengurangi makna hari lahir Kabupaten Sukoharjo,” ujar Sekretaris Panitia Harlah Kabupaten Sukoharjo yang juga Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sukoharjo Ari Haryanto M.Si, Rabu (15/7/2020).

Karena masih dalam situasi pandemi virus corona, banyak agenda utama terkait rangkaian kegiatan Harlah Kabupaten Sukoharjo Ke-74 terpaksa ditiadakan. Kegiatan yang tetap digelar adalah Sidang Istimewa DPRD Sukoharjo dimana pelaksanaannya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat terkait pandemi covid-19.

“Tidak ada kegiatan kirab budaya dan agenda yang mengundang massa. Hal itu tidak lepas dari situasi yang terjadi saat ini, pandemi Covid-19. Kita terapkan protokol kesehatan. Adapun Kegiatan yang tetap digelar adalah Sidang Istimewa DPRD Sukoharjo dimana pelaksanaannya dengan menerapkan protokol kesehatan juga,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sejak Kabupaten Sukoharjo dipimpin oleh Bupati H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM sejak tahun 2010, banyak prestasi yang telah diraih. Baik itu prestasi di bidang ekonomi, pengelolaan keuangan, pemerintahan, dan lainnya. Yang terbaru adalah raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Penyajian dan Pelaporan Pertanggungjawaban Keuangan Tahun 2019. Penghargaan WTP sudah diterima lima tahun berturut-turut.

Dilihat dari pengelolaan anggaran sendiri, bisa dilihat dari nilai APBD yang terus naik dari tahun ke tahun. Saat awal menjadi Bupati tahun 2010, total APBD baru mencapai Rp788,4 miliar dan naik menjadi Rp1,929 triliun pada tahun 2015. Bahkan, dalam APBD tahun 2020 ini, total anggaran dalam APBD sudah menyentuh angka Rp2,039 triliun. Peningkatan APBD tersebut salah satunya dengan naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sebesar Rp63 miliar di tahun 2010 menjadi Rp332 miliar di tahun 2020 ini.

Selama periode Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2019, lanjut Ari, Pemkab Sukoharjo telah memperoleh penghargaan-penghargaan dari Tingkat Provinsi sampai Tingkat Nasional sejumlah 114 penghargaan baik atas nama Pemerintah Kabupaten, atas nama Bupati Sukoharjo, dan juga atas nama Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Etik Suryani SE, MM.

Penghargaan penghargaan tersebut antara lain Penghargaan dari Menteri Pekerjaan Umum dalam rangka Penilaian Kinerja Pemerintah Kabupaten (PKPD) Tingkat Nasional Tahun 2012, Juara I Lomba Pakarti Utama Tingkat Nasional Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Hasil Toga Kategori Kabupaten, Satyalancana Kebaktian Sosial kepada Bupati Sukoharjo dari Presiden RI melalui Menteri Sosial Tahun 2013, Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha untuk Bupati Sukoharjo Tahun 2013.

Juga, Anugerah Parahita Ekapraya Pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Tahun 2013, Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri kepada Bupati Sukoharjo atas Prestasi Kinerja Sangat Tinggi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berdasarkan LPPD Tahun 2012, Pakarti Utama I Tingkat Nasional Pelaksana Terbaik Posyandu Kategori Kabupaten Tahun 2014 dari Ketua Umum TP PKK Pusat, Pakarti Madya III Tingkat Nasional Pelaksana Terbaik Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK dari Ketua Umum TP PKK Pusat.

Selain itu, Penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2015, Penghargaan Satyalancana Pembangunan Bidang KB Tahun 2017, Penghargaan Adipura Kirana diserahkan oleh Wakil Presiden RI Tahun 2016, Penghargaan Kota Layak Anak diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017, 2018, dan 2019, Penghargaan Adipura dan Nirwasita Tantra Tahun 2017, Penghargaan Pembina Program Kampung Iklim Tahun 2018, Penghargaan Adipura Tahun 2018, Tanda Kehormatan Jasa Bhakti Koperasi dan UMKM Tahun 2018, Penghargaan Satya Lencana Wira Karya untuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo Tahun 2019, dan lainnya. “Tentunya prestasi dan penghargaan ini tidak lantas membuat kami berpuas diri, tapi justru menjadi pelecut motivasi agar ke depan bisa lebih baik lagi,” tambahnya. “Dirgahayu Kabupaten Sukoharjo.”

Demikian informasi yang disampaikan Plt. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sukoharjo Herdis Kurnia Wijaya S.Sos. (Tj)