SUKOHARJO – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2026 hingga akhir September mencapai Rp1,338 triliun atau 66,38 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp2,016 triliun. Capaian tersebut tercatat dalam paparan Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD Kabupaten Sukoharjo Triwulan III Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data Simpok 2026, realisasi belanja daerah mencapai Rp1.338.473.224.836, dengan sisa anggaran sebesar Rp677.823.745.957. Persentase realisasi terhadap pagu tersebut meningkat 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar 63,90 persen.
Jika dibandingkan dengan target Anggaran Kas (Angkas) hingga Triwulan III sebesar Rp1,956 triliun, realisasi belanja mencapai 68,40 persen. Angka ini menggunakan dasar perhitungan yang berbeda dari persentase realisasi terhadap pagu tahunan.
Dari sisi jenis belanja, belanja operasi mencatat realisasi Rp1,109 triliun atau 69,52 persen dari pagu. Belanja transfer terealisasi Rp177,41 miliar atau 61,68 persen, sedangkan belanja modal mencapai Rp51,19 miliar atau 40,22 persen. Sementara itu, realisasi belanja tak terduga tercatat Rp71,48 juta atau 1,41 persen dari pagu.
PAD Terealisasi Rp436,96 Miliar
Dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukoharjo hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp436,96 miliar atau 74,72 persen dari target sebesar Rp584,75 miliar.
Pajak daerah menjadi komponen PAD dengan realisasi terbesar, yakni Rp296,01 miliar atau 80,62 persen dari target Rp367,14 miliar. Selanjutnya, retribusi daerah terealisasi Rp76,05 miliar atau 60,94 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp28,18 miliar atau 64,67 persen, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp36,71 miliar atau 74,56 persen.
Capaian tersebut menggambarkan perkembangan penerimaan pendapatan daerah sekaligus menunjukkan ruang yang masih perlu dioptimalkan untuk memenuhi target PAD Tahun Anggaran 2026.
Progres 288 Paket Pekerjaan Konstruksi
Pada sektor pembangunan fisik, rekapitulasi SiEmon Bangun 2026 mencatat sebanyak 288 paket pekerjaan konstruksi. Dari jumlah tersebut, 106 paket telah menyelesaikan proses pemilihan penyedia, 101 paket masih dalam proses, dan 81 paket belum memasuki proses pemilihan penyedia.
Rata-rata progres fisik pekerjaan konstruksi tercatat sebesar 50,87 persen. Capaian ini menjadi salah satu indikator untuk memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan pembangunan di berbagai perangkat daerah.
Pemantauan juga dilakukan terhadap 10 proyek strategis Kabupaten Sukoharjo dengan data sampai 13 Oktober 2026. Sejumlah pekerjaan menunjukkan progres fisik di atas target, antara lain pembangunan Masjid Kartasura yang mencapai 48,83 persen dari target 35,94 persen, peningkatan Jalan Tanjunganom–Daleman yang mencapai 99,90 persen dari target 97,10 persen, serta peningkatan Jalan Adi Sumarmo yang mencapai 95,87 persen dari target 75,24 persen.
Di sisi lain, terdapat pekerjaan yang progresnya masih berada di bawah target. Rehabilitasi Jembatan Sayegan tercatat mencapai 55,87 persen dari target 58,78 persen. Sementara itu, rehabilitasi saluran drainase Jalan Bekonang–Mojo mencapai 27,68 persen dari target 40,38 persen.
Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kemajuan antarkegiatan, sehingga pemantauan berkala terhadap progres fisik dan realisasi keuangan tetap diperlukan untuk melihat perkembangan setiap pekerjaan.
Bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah
Paparan Triwulan III juga memuat perkembangan kegiatan yang didukung bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah kepada Kabupaten Sukoharjo dengan total alokasi Rp2,781 miliar.
Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) mencatat realisasi keuangan Rp676 juta dari nilai kegiatan Rp921 juta atau 73,40 persen, dengan progres fisik mencapai 75 persen.
Sementara itu, sejumlah kegiatan lain, meliputi pembangunan talud jalan, rabat jalan, dan pengaspalan jalan hotmix, belum mencatat realisasi fisik maupun keuangan pada saat paparan. Dokumen pengadaan untuk kegiatan tersebut masih dalam proses perbaikan.
Perkembangan capaian kinerja Triwulan III ini memberikan gambaran mengenai realisasi anggaran, penerimaan PAD, serta kemajuan pekerjaan fisik di Kabupaten Sukoharjo. Data tersebut juga menjadi bahan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan maupun pekerjaan yang masih memerlukan percepatan hingga akhir Tahun Anggaran 2026.
