SUKOHARJO – Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2026 hingga akhir Triwulan II menunjukkan perkembangan positif. Sampai dengan Juni 2026, realisasi belanja daerah mencapai Rp921,91 miliar atau 45,72 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp2,016 triliun.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada Triwulan II 2025, realisasi belanja tercatat sebesar Rp968,09 miliar atau 43,93 persen dari pagu anggaran. Sementara pada 2026, persentasenya mencapai 45,72 persen atau mengalami peningkatan 1,79 poin persentase.
Data tersebut merupakan bagian dari perkembangan capaian kinerja pelaksanaan pembangunan Kabupaten Sukoharjo yang dipaparkan berdasarkan data Sistem Informasi Monitoring dan Pelaporan Keuangan (Simpok) 2026 hingga Triwulan II.
Realisasi Belanja Capai 56,72 Persen dari Target Triwulan II
Jika dibandingkan dengan target anggaran sampai dengan Triwulan II, realisasi belanja APBD telah mencapai 56,72 persen. Dari target sebesar Rp1,625 triliun, realisasi belanja tercatat Rp921,91 miliar.
Berdasarkan jenis belanja, realisasi terbesar berasal dari belanja operasi sebesar Rp785,66 miliar atau 49,22 persen dari pagu. Selanjutnya, belanja transfer terealisasi Rp113,39 miliar atau 39,42 persen, sedangkan belanja modal mencapai Rp22,81 miliar atau 17,92 persen.
Adapun belanja tidak terduga terealisasi sebesar Rp61,48 juta atau 1,21 persen dari pagu yang tersedia. Secara keseluruhan, masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp1,094 triliun dari total pagu belanja APBD 2026.
PAD Sukoharjo Capai Rp275,62 Miliar
Dari sisi pendapatan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Triwulan II 2026 mencapai Rp275,62 miliar atau 47,13 persen dari target sebesar Rp584,75 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah dengan realisasi Rp176,98 miliar atau 48,21 persen dari target Rp367,14 miliar.
Sementara itu, realisasi retribusi daerah mencapai Rp53,79 miliar atau 43,10 persen. Pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp22,71 miliar atau 52,12 persen, sedangkan lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp22,13 miliar atau 44,95 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun, hampir separuh target PAD Kabupaten Sukoharjo telah terealisasi. Optimalisasi pendapatan daerah tetap menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.
292 Paket Pekerjaan Konstruksi Masuk Pemantauan
Perkembangan pembangunan fisik juga mulai terlihat dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Hingga Triwulan II 2026, tercatat 292 paket pekerjaan konstruksi yang dipantau melalui Sistem Informasi Monitoring Pembangunan (SiEmon Bangun).
Dari jumlah tersebut, 50 paket telah menyelesaikan proses pemilihan penyedia, 99 paket sedang dalam proses, dan 143 paket belum memasuki proses. Rata-rata progres fisik seluruh paket tercatat 38,86 persen.
Sejumlah pekerjaan strategis menunjukkan progres yang cukup baik. Salah satunya Peningkatan Jalan Tanjunganom–Daleman yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Dengan nilai kontrak Rp17,67 miliar dan masa pelaksanaan 8 Juni hingga 4 Desember 2026, realisasi fisiknya telah mencapai 56,15 persen, lebih tinggi dari target 27,82 persen atau terdapat deviasi positif sebesar 28,33 persen.
Pekerjaan Peningkatan Jalan Adi Sumarmo juga menunjukkan progres fisik sebesar 37,53 persen, jauh di atas target 0,169 persen pada periode pemantauan. Nilai kontrak pekerjaan tersebut mencapai Rp6,12 miliar dengan waktu pelaksanaan hingga 4 Desember 2026.
Selain pekerjaan infrastruktur jalan, pembangunan Pujasera Alun-Alun Sukoharjo juga telah berjalan. Hingga periode pemantauan, progres fisik mencapai 7,71 persen dari target 7,39 persen.
Bantuan APBD Provinsi Mulai Direalisasikan
Pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah juga mulai menunjukkan perkembangan. Dari total bantuan yang setelah penyesuaian tercatat sebesar Rp2,781 miliar, nilai kontrak atau swakelola yang telah tercatat mencapai Rp921 juta.
Hingga Triwulan II, realisasi keuangan mencapai Rp490 juta atau 12,50 persen, sementara realisasi fisik mencapai 13,30 persen. Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu kegiatan yang telah berjalan dengan realisasi fisik 53,20 persen dan realisasi keuangan 50 persen dari nilai kontrak/swakelola.
Sementara sejumlah kegiatan lain, seperti pembangunan talud, pembangunan rabat jalan, pengaspalan jalan hotmix, serta beberapa kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi masih berada pada tahap persiapan atau belum memasuki pelaksanaan.
Evaluasi untuk Percepatan Pelaksanaan Pembangunan
Capaian Triwulan II menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan APBD dan pembangunan Kabupaten Sukoharjo pada 2026. Dengan posisi pelaksanaan anggaran yang telah memasuki pertengahan tahun, percepatan pelaksanaan kegiatan menjadi penting untuk memastikan program yang telah direncanakan dapat selesai sesuai target waktu dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Evaluasi secara berkala dilakukan tidak hanya terhadap realisasi keuangan, tetapi juga terhadap capaian fisik pekerjaan, perkembangan pengadaan, optimalisasi pendapatan daerah, serta kegiatan yang masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya.
Melalui pemantauan dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus mendorong agar pelaksanaan APBD 2026 berjalan efektif, tepat waktu, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
