SUKOHARJO – Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2026 hingga akhir Triwulan I menunjukkan progres positif. Dari total pagu belanja sebesar Rp2,016 triliun, realisasi belanja telah mencapai Rp441,47 miliar atau 21,89 persen sampai dengan Maret 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah pada awal tahun anggaran. Data realisasi bersumber dari Sistem Informasi Monitoring dan Pelaporan Keuangan (Simpok) 2026 yang dipaparkan oleh Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo.
Jika dibandingkan dengan target angkas pada periode yang sama, realisasi belanja APBD mencapai 38,63 persen dari target sebesar Rp1,143 triliun. Realisasi tersebut terutama berasal dari belanja operasi sebesar Rp366,36 miliar atau 38,78 persen dari target, serta belanja transfer sebesar Rp67,85 miliar atau 44,03 persen. Sementara itu, realisasi belanja modal tercatat Rp7,26 miliar atau 17,99 persen dari target.
Serapan APBD Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
Dari sisi perbandingan tahunan, persentase realisasi belanja APBD pada Triwulan I 2026 tercatat 21,89 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 20,73 persen. Dengan demikian, terdapat peningkatan capaian sebesar 1,16 persen.
Pada Triwulan I 2026, pagu belanja tercatat Rp2,016 triliun dengan realisasi Rp441,73 miliar dalam data perbandingan tahunan yang disajikan pada paparan.
Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan pelaksanaan anggaran pada awal tahun, sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk memastikan program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target hingga akhir tahun anggaran.
PAD Capai Rp110,94 Miliar
Sementara dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukoharjo hingga Triwulan I 2026 terealisasi sebesar Rp110,94 miliar atau 18,97 persen dari target Rp584,75 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah yang telah mencapai Rp103,86 miliar atau 28,29 persen dari target Rp367,14 miliar. Adapun realisasi retribusi daerah tercatat Rp5,48 miliar atau 4,39 persen, sedangkan lain-lain PAD yang sah mencapai Rp1,60 miliar atau 3,25 persen.
Capaian PAD tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu terus diperhatikan dalam pelaksanaan APBD 2026, khususnya untuk menjaga optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah.
Pelaksanaan Kegiatan dan Pekerjaan Konstruksi Berjalan
Selain indikator keuangan, perkembangan pembangunan juga terlihat dari pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi. Hingga Triwulan I 2026 terdapat 274 paket pekerjaan konstruksi yang tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Dari jumlah tersebut, 256 paket telah diinput ke SiEmon.
Dalam proses pemilihan penyedia, sebanyak 226 paket belum memasuki proses, 19 paket sedang dalam proses, dan 11 paket telah menyelesaikan proses. Rata-rata progres fisik pekerjaan konstruksi tercatat 12,15 persen.
Data tersebut menunjukkan sebagian besar pekerjaan masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Karena itu, percepatan proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian penting dalam menjaga agar target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal.
Bantuan APBD Provinsi Masih dalam Tahap Awal
Untuk kegiatan yang bersumber dari bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026 kepada Kabupaten Sukoharjo, terdapat sejumlah kegiatan yang berada pada tahap persiapan pelaksanaan.
Dari total nilai kegiatan sebesar Rp7,831 miliar, nilai kontrak atau swakelola yang telah tercatat sebesar Rp921 juta. Hingga Triwulan I, realisasi keuangan mencapai Rp245 juta atau 3,57 persen, sementara capaian fisik sebesar 3,80 persen. Salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), dengan realisasi fisik 26,60 persen dan realisasi keuangan 25 persen dari nilai kontrak.
Sejumlah pekerjaan lainnya, seperti pembangunan embung, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan talud, rekonstruksi jalan, serta rehabilitasi jaringan irigasi masih tercatat belum terealisasi pada akhir Triwulan I.
Menjadi Bahan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
Capaian Triwulan I 2026 menjadi bahan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Evaluasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan serapan anggaran, tetapi juga pada percepatan pelaksanaan pekerjaan, pencapaian target fisik, optimalisasi pendapatan daerah, serta pengendalian terhadap kegiatan yang masih berada pada tahap persiapan.
Dengan evaluasi secara berkala, pelaksanaan APBD diharapkan semakin terarah sehingga program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo.
